Jakarta – Polri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi. Hingga Agustus 2026, sebanyak 895 jembatan telah dibangun dan direvitalisasi secara swadaya oleh Polri yang tersebar di 30 Polda.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 874 jembatan telah selesai dibangun, 17 jembatan masih dalam tahap pengerjaan, dan 4 jembatan berada pada tahap perencanaan. Jembatan yang telah selesai memiliki total panjang mencapai 19,2 kilometer, menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat bagi sekitar 2 juta masyarakat, termasuk pelajar, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM serta masyarakat umum.
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam membantu masyarakat, khususnya dalam membuka akses dan meningkatkan konektivitas antardesa.
Keberadaan jembatan tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian dan perdagangan, mempermudah akses pelajar menuju sekolah, hingga mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru di wilayah pedesaan.
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam mendukung pemerataan pembangunan hingga ke wilayah yang memiliki keterbatasan akses infrastruktur. Program tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dengan masyarakat melalui kegiatan yang secara langsung menyentuh kebutuhan dasar warga.
Selain pembangunan reguler, Polri turut melaksanakan pembangunan dan revitalisasi jembatan di sejumlah wilayah yang terdampak bencana. Sebanyak 39 jembatan dibangun untuk membantu memulihkan akses masyarakat di Pulau Sumatera, termasuk enam Jembatan Bailey yang terdiri dari empat unit di Provinsi Aceh dan dua unit di Provinsi Sumatera Barat.
Pembangunan tersebut ditujukan untuk mempercepat pemulihan konektivitas, memperlancar mobilitas masyarakat serta menghubungkan kembali wilayah yang sebelumnya terisolasi akibat bencana.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, dalam rangkaian kegiatan tersebut Polri juga memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat, di antaranya 7.500 paket sembako, 1.000 paket tas pelajar, 140 kacamata gratis, layanan SIM gratis serta pelayanan kesehatan.
Kapolri menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan berbagai kegiatan sosial tersebut merupakan wujud komitmen Polri untuk senantiasa hadir dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
Melalui program Jembatan Merah Putih Presisi, Polri tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendukung pembangunan, memperkuat konektivitas wilayah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sejalan dengan semangat mewujudkan Polri yang Presisi, dekat dengan rakyat dan hadir untuk kepentingan masyarakat.
